Map

Tentang Festival Malang Kembali

Malang kembali meroepakan seboeah arkeologi poeblic jaitoe arkeologi oentoek masjarakat (Noerwidi. 2006) jang berarti memboewat seboeah poeblikasi dan menjebarloeaskan hasil-hasil penelitiannja sehingga masjarakat dapat merasakan manfaat dari hasil penelitian beroepa dokoementasi baik beroepa aoedio, visoeal dan verbal. Di sini, program sosialisasi hasil dari penelitian sedjarah Malang kepada masjarakat oemoem dalam bentoek atjara boedaja dengan djoedoel Malang Kembali, Festival Tempo Doeloe, Festival Sejarah, Seni Boedaja jang di dalamnja berisi serangkaian kegiatan jang meroepakan rekonstroeksi kehidoepan masjarakat Malang pada suatoe waktoe tertentoe.

Kegiatan Malang Kembali VII meroepakan event ke -7 setelah Malang kembali 1 s/d 6 jang tijap tahoen diadakan. Dalam event ini atmosfer jang disoegoehkan adalah atmosfer tempo doeloe, moelai dari setting lokasi, dekorasi tiap panggung, dekorasi stand sampai dengan kostoem pengoendjoeng, semoeanja diboeat mendekati soesana tempo doeloe. Di sini pengoenjoeng dapat menikmati berbagai soegoehan antara lain panggoeng pertoendjoekan kesenian tradisional, lomba-lomba dan stand-stand jang mendjoewal makanan, minoeman dan sooevenir bernoeansa tempo doeloe.

Kelahiran Kota Malang 1914
2006

Kelahiran Kota Malang 1914

Festival Malang Kembali untuk pertama kalinya diselenggarakan dengan menghadirkan konsep "Pasar Rakjat Malang 1940", dilaksanakan pada tanggal 28 - 30 April 2006

2007

Kedatangan Jepang

Festival Malang Kembali II dilaksanakan pada tanggal 2 – 6 Mei 2007 dengan tema “Seboeah Tjatatan Permoelaan Atjara”. Kegiatan Festival Malang Kembali II meliputi Panggung Sejarah, Pasar Rakyat, Panggung Hiburan, Pasar Industri Rakyat, Pemutaran Film Sejarah, dan Pertunjukan Seni Budaya Tradisional.

Kedatangan Jepang
Kerajaan Jawa
2008

Kerajaan Jawa

Festival Malang Kembali III dilaksanakan pada tanggal 22 – 25 Mei tahun 2008, dengan tema “Sedjoeta Tradisi Satoe Aksi”. Di Tahun ini Malang Kembali ingin menceritakan mengenai cikal bakal sejarah Nasional, sejak berdirinya dataran tinggi Malang, Kerajaan Kanjoerohan, Kerajaan Singhasari, Kerajaan majapahit, Islam Klasik sampai Kolonial. Agenda acara Malang Kembali 2008 ini meliputi Diorama Sejarah, Panggung Rakyat, Pasar Rakyat, Workshop, dan Upacara Adat.

2009

Masa Peralihan / Rekonstruksi Jati Diri

Festival Malang Kembali IV dilaksanakan pada tanggal 21 – 24 Mei tahun 2009, dengan tema “Boedajakoe Tanggoeng Djawabkoe”. Malang Kembali IV memberikan pembelajaran mengenai pendalaman peristiwa-peristiwa penting yang mewarnai sejarah kota Malang. Agenda acara meliputi Anjungan Pembelajaran, Panggung Pertunjukan Rakyat, Perlombaan, Pelatihan, Pasar Rakyat, Kegiatan Sosial, Pameran, dan Pawai.

Masa Peralihan / Rekonstruksi Jati Diri
Rekonstruksi Budaya Panji
2010

Rekonstruksi Budaya Panji

Festival Malang Kembali V dilaksanakan pada tanggal 20 – 23 Mei 2010, dengan tema “Rekonstruksi Budaya Panji”.

2011

Discovering Heritage

Festival Malang Kembali VI dilaksanakan pada tanggal 19 – 22 Mei 2011 dengan tema “Discovering Heritage”. Kegiatan yang terdapat di Malang Kembali VI ini meliputi, Upacara Adat, Workshop, Demo pembuatan berbagai karya seni, seperti demo pembuatan wayang kulit, Kegiatan Religi, seperti pencak silat, dan Pagelaran seni tari dan budaya tradisional.

Discovering Heritage
Banner FMK 2012

Festival Malang Kembali 2012

Latar Belakang

Peroebahan Morpologi kota-kota di Indonesia dewasa ini sangat tjepat, menoeroet ahli perkotaan doenia, peroebahan tidak sadja di daerah perkotaan tapi soedah menjentoeh daerah pinggiran. Salah satoe sebab adalah hasil perentjanaan kota kolonial terbaik di Hindia Belanda pada djamannja (abad ke 20). Perkembangan kota dan arsitektoer Kolonial Belanda jang dimoelai sedjak tahoen 1919 masih banyak kita temoei sampai sekarang. Unicef telah menetapkan World Heritage City oentoek parameter kota poesaka doenia, di Indonesia tahun 2012 telah memoelai program Kota Poesaka dengan menetapkan Malang dan Ternate sebagai Pilot Project Oentoek mengembangkan djaringan kota poesaka nasional.

Jajasan Inggil telah berperan aktif dalam mempersiapkan kota Malang mendjadi bagian dari penjelamatan kota dengan beberapa programnja antara lain melakoekan pendataan bangoenan dan benda tjagar boedaja, pendokoementasian sekaligoes penamaan (documentaryboard), pemboeatan moeseoem, membantoe perencanaan peratoeran daerah tentang tjagar boedaja dan mengaplikasikan ke dalam beberapa event jang langsoeng bersentoehan dengan masjarakat. Dalam Malang Kembali tahoen ini, sengadja diambil tema Malang World Heritage Site boekan bermaksoed mendahoeloei pemerintah poesat dalam menetapkan kota poesaka, namoen lebih bersifat memberikan starting point, meskipoen djika dikadji dengan parameter World Heritage moengkin akan memboetoehkan sekitar 5 tahoen ke depan. Dengan penetapan niatan dasar ini diharapkan semoea stake holder heritage mempersiapkan langkah ke depan menoeroet bidang dan otoritas masing-masing.

Toedjoean Kegiatan

Toedjoean dari kegiatan ini adalah oentoek mengedoekasi masjarakat Malang oentoek berkontriboesi dalam pembangoenan Malang ke depan melaloei pembeladjaran sedjarah, seni dan boedaja. Seperti kita ketahoei, mempeladjari sedjarah dan boedaja memboetoehkan energy, waktoe dan biaja jang tidak sedikit. Dalam kegiatan Malang Kembali semoea materi pembeladjaran ditampilkan mendjadi satoe area dengan data dan nara soember yang kompeten sehingga proses transfer ilmoe menjadi semakin moerah, moedah, cepat dan menyenangkan.

Tema Kegiatan

Tema jang diangkat pada Malang Kembali VII 2012 kali ini adalah MALANG WORLD HERITAGE SITE menawarkan kesempatan oentoek mendalami lebih djaoeh mengenai kekajaan warisan sedjarah boedaja Malang dan mewoedjoedkan tjita-tjita mendjadikan Malang sebagai kota warisan Poesaka Doenia.

Download Lagu Tema Malang Kembali

Download

Batasan Waktoe Pembeladjaran

Tahoen 1870 – 1938

Penjelenggara

Jajasan Inggil, Djalan Gadjahmada no. 4 Malang dan Pemerintah kota Malang

Djadwal Kegiatan

Sepandjang Djalan Besar Idjen (2 km)
Kamis s/d Minggoe, 24 s/d 27 Mei 2012
08.00 – 24.00 WIB
Ikoeti FMK di

JATIDAYA, Kerja Bakti Budaya

Kegiatan Jati Daya merupakan rangkaian dari kegiatan Malang Kembali Festival Tempo Doeloe. “Jati Daya” adalah suatu akronim dari istilah kerja bakti budaya. yang merupakan suatu aksi masyarakat yang peduli terhadap pelestarian benda cagar budaya khususnya bangunan-bangunan yang memiliki nilai-nilai sejarah. Kegiatan Jati Daya ini dilandasi oleh nilai-nilai budaya bangsa Indonesia yakni semangat gotong-royong dalam bahasa Jawa saya/sayan yang berarti kerja secara sukarela dengan semangat kekeluargaan tanpa imbalan. Salah satu kegiatan konkrit dari Jati Daya ini adalah melakukan kegiatan meremajakan benda-benda cagar budaya di kota Malang secara bersama-sama. selengkapnya...

Panggoeng Pertoendjoekan

Didalam areal Malang Kembali terdapat banjak panggoeng jang menampilkan semoea kesenian radisi jang djarang ditemoei djaman sekarang, seperti pentas ritoeal topeng, loedroek, ketoprak, andhong malangan, wajang wong, wajang koelit, wajang jek dhong, wajang soeket. Selain itoe setijap harinja disemoea panggoeng diadakan workshop, pelatihan dan serasehan.

Zona Pembeladjaran

Inti dari kegiatan Malang Kembali adalah pembeladjaran moelai dari peladjar, pegawai dan masjarakat oemoem. Oentoek itoe disetijap atjara Malang Kembali selaloe dioetamakan zona pembeladjaran disemoea tempat dengan melibatkan semoea oensoer pendidikan dalam dan loear negeri.

Sekolah Si Boedi

Si Boedi merupakan serangkaian kegiatan Malang Kembali VII festival Tempoe Doeloe yang bertema “World Haritage Site” yang menghimbau kepada setiap lembaga pendidian baik tingkat SD,SMP, maupun SMA sekota Malang untuk memberikan pelajaran boedi pekerti kepada siswa-siswinya 1 jam perhari saat jam pelajaran selama 1 minggu di mulai pada tanggal 21 – 27 mei 2012. selengkapnya...

Stand Berdjoealan

Stand tempo doeloe berdjoemlah 500, berdjoealan makanan, djadjanan, antik, batik, keradjinan, noedjoem, pidjat, dll. Pendjewal berasal dari berbagai kalangan masjarakat, dari beberapa kota di Djawa dan instansi swasta maoepoen pemerintah.

Pendoekoeng

Berita

merdeka | World Heritage di Malang Tempo Doeloe 2012

Malang kembali merupakan sebuah arkeologi untuk masyarakat yang berarti membuat sebuah publikasi dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian tentang situs sejarah di kota Malang. Hasil penelitian berupa ...

May 21, 2012

radar malang | Habiskan 200 Kg Cat

PERSIAPAN Kerja Bakti Budaya (Jatidaya) di kawasan Kayutangan terkait momen Malang Kembali VII terus dimatangkan. Salah satunya adalah menghitung kebutuhan cat tembok dan cat kayu ...

May 21, 2012

radar malang | BI Masuk Target Papan Dokumentasi

Kegiatan Kerja Bakti Budaya (Jatidaya) akan dirangkai dengan pemasangan papan dokumentasi (documentary board) di bangunan cagar budaya yang terletak di kawasan Kayutangan dan alun-alun. Panitia ...

May 21, 2012

radar malang | Dipandu 20 Tukang Cat Profesional

PESERTA dan relawan kegiatan Kerja Bakti Budaya (Jatidaya) tak perlu khawatir bakal sengsara dalam kegiatan sosial itu. Panitia telah mempersiapkan segala sesuatunya sehingga relawan tinggal ...

May 21, 2012

Lihat semoea berita